Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Himpunan Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi FMIPA UGM Yogjakarta Sangat Antusias pada Kunjungan Industri ke Pussainsa LAPAN
Penulis Berita : • Fotografer : • 04 Dec 2019 • Dibaca : 192 x ,

Bandung-Pussainsa (03/12/2019). Hari Selasa, 3Desember 2019 Puat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN Bandung dikunjungi Himpunan Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi (HMEI) dari Fakultas MIPA UGM Yogjakarta untuk kedua kalinya. Dengan membawa 48 mahasiswa dan 2 dosen pembimbing, mereka sangat aktif dan berkeinginan lebih banyak mengetahui tentang ionosfer untuk teknologi komunikasi radio high frequency (HF) yang dipandu oleh Faruk Afero S.Si.

Pembukaan disampaikan oleh Sucipto dengan susunan acara. Sambutan dari  HMEI FMIPA UGM disampaikan oleh Nur Achmad Sulistyo Putro S.Si. M.Cs. Beliau ingin anak didiknya belajar tentang ilmu antariksa dan apa saja yang berhubungan dengan ilmu bumi yang selama ini mereka pelajari.

Dari Pussainsa yang diwakili Nurkhamdani S.IP. M.M., yang menjelaskan secara singkat tentang LAPAN, penelitian cuaca antariksa, keberadaan bidang di Pussainsa. Sedangkan pemaparan profil LAPAN dipresentasikan oleh Ferdiansyah Noor yang menerangkan hasil litbang LAPAN yang membuat roket, pesawat, serta pelaksanaan penginderaan jauh di Indonesia untuk keperluan pemetaan. Dijelakan juga tentang Observatorium Nasional di Kupang, Zona Potensi Penangkapan Ikan di Indonesia (ZPPI), Sistem Pemantauan dan Informasi Cuaca Antariksa (SPICA), serta pemantauan benda jatuh antariksa.

Pada acara utama, pemaparan materi tentang riset ionosfer, teknologi komunikasi radio HF disampaikan oleh Faruk Afero S.Si dikatakan program studi (prodi) mereka, HMEI, ada hubungannya dengan mata kuliah Fisika. Dimulai, lapisan ionosfer, tempat pengamatan ionosfer di Indonesia, perubahan ionosfer, peralatan pengamatan, profil elektron untuk komunikasi hingga manajemen frekuensi.

Selain itu, ditambahkan pula penggunaan Ground Based Augmentation System (GBAS) dan SBAS (Satellite Based Augmentation Systems) untuk landing pesawat serta keberadaan Space Weather Information and Forecast Services (SWIFtS). Ada pernyataan/pertanyaan yang menyatakan mengapa HF masih digunakan zaman sekarang, karena selain murah serta bisa menjangkau daerah yang jauh dan yang tertimpa bencana, di mana infrastrukturnya terganggu.

Ada hal yang menarik pada acara tanya-jawab karena banyaknya pertanyaan dari para mahasiswa. Pertanyaan seputar ZPPI, dan tentang ionosfer seperti sensor untuk monitoring/informasi, cara kerja deteksi frekuensi agar tidak terganggu, penyebab pemantulan sinyal radio berkali-kali, sensor geomagnet yang berbeda dengan untuk kepentingan geologi, gangguan pada frekuensi secara global, hingga mengapa masih menggunakan radio HF dibanding satelit. Semua dijawab dengan baik oleh narasumber.

Setelah foto bersama, mereka diajak untuk melihat dan mendengarkan penjelasan tentang SPICA oleh Andi Pangeran S.T, M Faisal Eko S.T. dan Faruk Afero SSi. 

 

 

Penulis: Iyus/Christine/ /Ferdhie/ Sucipto

Dok : Humas








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.
Email. pussainsa@lapan.go.id




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL