Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


RAPAT KOORDINASI GERHANA MATAHARI CINCIN 2019
News Writter : • Photographers : • 12 Apr 2019 • Read : 210 x ,

Bertempat di Kantor Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN Jl. Dr. Djunjunan 133 Bandung telah dilaksanakan rapat koordinasi Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2019, diselenggarakan pada tanggal 12 April 2019. Dalam sambutannya, Kepala Pussainsa, Dra. Clara Y. Yatini, M.Sc mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan. Tamu undangan berasal dari BMKG, Pemda Tanjungpinang, Dinas Pariwisata Kab. Siak, Observatorium Bosscha, Prodi Astronomi ITB, Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), UIN Sunan Ampel Surabaya, UNAWE, langitselatan, Planetarium Jakarta, Himpunan Astronomi Jakarta, Imah Noong, Biro Kerjasama, Humas dan Umum LAPAN, dan Balai-Balai LAPAN serta para pejabat struktural Pussainsa LAPAN berjumlah kurang lebih 40 orang. Selain itu juga hadir melalui video-conference perwakilan dari Universitas Achmad Dahlan.

Selanjutnya Clara menginformasikan bahwa tujuan diadakan rapat koordinasi ini adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam fenomena tersebut, seperti persiapan Pemerintah Daerah yang akan dilewat lintasan gerhana, keterlibatan komunitas astronomi, serta memetakan dan berkolaborasi pada kegiatan pengamatan di setiap kota atau daerah yang akan dilewati oleh Gerhana Matahari Cincin

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan presentasi tentang Koordinasi Nasional Persiapan Gerhana Matahari Cincin 2019 di Pusat Sains Antariksa LAPAN oleh Kepala Bidang Diseminasi, Dr. Emanuel Sungging Mumpuni, M.Si. “GMC terjadi karena fokus bayangan tidak tepat seperti bayangan bulan. GMC akan melewati daerah Sumatera utara, riau (Siak, Duri, Bengkalis), Kepri dan sedikit Kalimantan. The greatest eclipse jatuh disekitar pulau Pedang kabupaten Siak. Puncak GMC terjadi pada 12:17 WIB”, jelas Sungging.

Mampukah kita deteksi Rossiter-McLaughlin (RM) Effect? itulah judul yang dipaparkan oleh Peneliti Pussainsa, Dr. Rhorom Priyatikantho, M.Si. “Efek RM dapat diamati pada sistem tata surya kita. Matahari kita berotasi. Saat gerhana, kecepatan radial matahari di sisi timur dan barat akan terlihat berbeda (contoh beberapa hasil pengamatan Takeda 2015).Presentasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang aspek ilmiah dari gerhana, tidak hanya dilihat saja, “ungkapnya. Hal ini dilakukan, sebagai contoh, agar ada kegiatan ilmiah yang bisa dilakukan pada saat terjadi gerhana Matahari Cincin.

Para tamu undangan diberikan kesempatan untuk berkenalan dan memberikan masukan terkait paparan yang sudah disampaikan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Melalui diskusi singkat ini didapati beberapa lokasi di Indonesia yang akan diamati yaitu Siak, Tanjungpinang, Singkawang, Batam, Padang Sidempuan dan beberapa kota lain yang terkena GMC sebagian.

Kapussainsa mengatakan bahwa kegiatan pengamatan nanti mudah-mudahan menjadi kesempatan yang baik bagi para pengamat untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak hanya lewat begitu saja.” Mudah-mudahan cuaca pada saat GMC nanti juga baik,” papar Clara. Usai berdiskusi, kegiatan diakhiri dengan pembacaan resume oleh Kabid Diseminasi dan foto bersama.

 

 

Humas : Christine / Ferdhie

Dok : Haries

 

 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL