Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


EDUKASI PLANETARIUM DAN PELATIHAN TEKNIK PENGUKURAN POLUSI CAHAYA
News Writter : • Photographers : • 08 May 2018 • Read : 104 x ,

Jogjakarta (04/05/18). Pada tanggal 4-5 Mei 2018, Pusat Sains Antariksa LAPAN diundang langsung oleh Pedidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta. Undangan ini dimaksudkan untuk berbagi ilmu tentang planetarium dan polusi cahaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu lulusan, dan menambah keterampilan mahasiswa terutama untuk mendukung kompetensi mahasiswa sebagai calon seorang guru. Pelatihan ini diikuti oleh 28 orang mahasiswa pada edukasi planetarium dan 21 orang mahasiswa pada teknik pengukuran polusi cahaya. Semua peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan mahasiswa Pendidikan Fisika yang masih aktif.

Pada pelatihan ini, narasumber pada hari pertama yakni Farahhati Mumtahana yang merupakan peneliti Pussainsa LAPAN membahas semua hal yang berkaitan dengan Planetarium, mulai dari pengertian, jenis, komponen-komponen, sejarah hingga bagaimana planetarium di Indonesia secara garis besar.

Edukasi planetarium tidak hanya diberikan dalam bentuk materi ceramah, para peserta juga diajak melakukan simulasi pelayanan publik dengan membagi 28 peserta menjadi 2 kelompok dengan kelompok pertama menjadi pelaksana dan kelompok kedua berperan layaknya pengunjung hingga selesai satu kali pelayanan, mereka diminta untuk bertukar peran. Hal ini dimaksudkan untuk semua peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah diberikan sebelumnya. Antusias peserta pelatihan ini sangat baik dan penuh semangat, peserta juga aktif dan kreatif dalam melakukan peran pelayanan tersebut.

Pelatihan dilanjutkan di kampus 4 UAD membahas teknik pengukuran polusi cahaya. Sama halnya dengan planetarium, metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah yang dilanjutkan dengan praktek. Ilmu tentang pengukuran polusi cahaya disampaikan langsung oleh Gunawan Admiranto dan Dr. Rhorom Priyatikanto yang merupakan peneliti Pussainsa yang sedang melakukan penelitian tentang polusi cahaya di Indonesia. Setelah penyampaian materi, narasumber mengajak semua peserta mencoba menggunakan alat ukur polusi cahaya yakni SQM dan mengolah data-data yang telah diperoleh menggunakan SQM. Data yang digunakan adalah data yang telah diperoleh sebelumnya karena SQM hanya dapat beroperasi dengan baik pada malam hari.

Antusias peserta pada pelatihan teknik pengukuran polusi cahaya ini juga sama antusiasnya dengan hari sebelumnya meskipun ada beberapa peserta yang bukan peserta edukasi planetarium begitupun sebaliknya. Peserta pelatihan semuanya aktif dan rasa ingin tahu peserta juga cukup tinggi, ditandai dengan keaktifan peserta dalam bertanya dan mencoba langsung mengolah data polusi cahaya.

 

Penulis : Ferdiansyah/Christine

Dok : Ferdie








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL