Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Kegiatan Kolokium : Persiapan Materi Seminar Internasional di Medan dan di Kyoto
Penulis Berita : • Fotografer : • 27 Sep 2017 • Dibaca : 184 x ,

Bandung (20/09). Pada hari Rabu, 20 September 2017 telah dilaksanakan kolokium peneliti LAPAN yang akan ikut seminar internasional terdiri dari Asnawi, MSi akan tampil pada International Seminar on Aerospace Science and Technology 2017/V (ISASAT2017/V) di Medan dan Dr Buldan Muslim akan ikutserta pada WDS Conference di Kyoto. Pembicara pertama, Asnawi MSc membawakan judul penelitian ‘Short Term Single Station GNSS TEC Prediction Using Radial Basis Function Neural Network’ ditulis berdua bersam Dr. Buldan Muslim. Makalah poster ini akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 September 2017 untuk yang kelima kalinya. Makalah berisi model TEC prediksi ini menggunakan data TEC di atas Yogyakarta selama tahun 2016 menggunakan radial basis function neural network (RBFNN) untuk memprediksi data TEC di atas Yogyakarta 24 jam ke depan. Dari 11 bulan data, Januari hingga Nopember 2016 diinputkan untuk model pembelajaran. Sedangkan data bulan Desember 2016 digunakan untuk uji model RBFNN dengan input data indeks Dst geomagnet 3 hari terakhir yang lebih akurat dibanding model GIM (Global Ionosphere Maps). Mirip dengan yang dilakukan oleh Huang Zhi dan Hong Yuan  pada bulan Juni 2014 untuk prediksi jangka pendek dengan tingkat akurasi 90% untuk lintang menengah dan 75% untuk lintang rendah.

Kemudian pembicara kedua oleh Dr. Buldan Muslim membawakan makalah dengan judul ‘Realtime GNSS Data in Indonesia for Space Weather Monitoring’ ditulis berdua bersama Joni Efendy dari BIG membicarakan data real time (near real time) GNSS yang ada di Indonesia. Seminar internasional ini diselenggarakan di Kyoto Uneversity Jepang sejak 26 s.d. 29 September 2017.

 

Data yang digunakan bukan data Rinex tapi data RTCM (streaming, tiap detik memancarkan data dari servernya) atau yang disebut NTRIP server yang dapat diperoleh setelah mendaftar ke BIG dan mengambil data secara online. Harus disiapkan receivernya berupa decoder penerima data real time dari 109 stasiun pengamat. Bisa juga dilakukan secara simultan untuk 3 stasiun, di mana untuk Indonesia bisa minimal 12 stasiun yang digunakan.

 

Penulis: Iyus Edi, Photogarfer : Ferdhie








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL