Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Siswa SMA BPK Penabur Banda Bahureksa Belajar Antariksa di Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Bandung
Penulis Berita : • Fotografer : • 25 Sep 2017 • Dibaca : 285 x ,

Bandung (18/09/2017). Pada hari Senin, 18 September 2017 LAPAN dikunjungi para siswa dari SMA BPK Penabur Banda dari Bandung untuk belajar tentang Antariksa. Materi profil LAPAN disampaikan oleh Ferdhiansyah Noor, sedangkan materi antariksa dikhususkan pada Matahari dan cuaca antariksa disampaikan oleh Drs. Gunawan Admiranto yang juga sekaligus memberikan sambutan selamat datang di LAPAN. Profil LAPAN yang diberikan secara ringkas meliputi ; UU Keantariksaan, TUPOKSI, Visi dan Misi, 4 Kompetensi, sejarah, fasilitas, hasil litbang seperti citra satelit, roket, pesawat N219 dan lain-lain.

Disela-sela pemaparan diselingi beberapa pertanyaan seperti teknis tentang peluncuran satelit. Untuk satelit kita sudah menguasainya hanya saja wahana peluncurnya masih menggunakan wahana milik India karena penguasaan teknologi roket peluncur satelitnya belum siap.

Pada sesi utama, Gunawan Admiranto menjelaskan tentang cuaca antariksa. Pemahaman mengenai Cuaca di Bumi identik dengan hujan, angin, badai. Demikian pula yang dimaksud cuaca antariksa pemahamannya identik dengan itu namun dalam kontek yang berbeda. Ada istilah angin di Bumi maka di Matahari dikenal angin surya, berikutnya istilah badai di Bumi maka di antariksa dikenal istilah badai Matahari dan badai medan magnet bumi. Matahari merupakan benda gas menyebabkan rotasinya berbeda di kutub dan ekuator berkaitan dengan istilah rotasi diferensial. Secara astronomi Matahari diperkirakan sudah berumur 4,5 milyar tahun. Peristiwa fusi nuklir atom-atom hidogen menjadi helium terjadi di Matahari. Pengamatan dilakukan dengan cahaya optik, juga elektromagnetik seperti yang dilakukan teleskop milik SDO (solar dynamic observatory) yang setiap hari mengamati Matahari. Matahari dianalogikan dengan balon gas, semakin ditiup yang lama kelamaan akan meledak. Pembahasan lain juga disampaikan tentang daerah aktif matahari, medan magnetik, flare, lontaran massa korona, dampak terhadap Bumi, magnetogram, gerhana Matahari serta pengaruhnya terhadap ionosfer dan atmosfer. Banyak pertanyaan tentang kondisi antariksa terhadap kesehatan manusia, juga peristiwa gerhana yang bisa menimbulkan kebutaan pada saat sebelum total. Pertanyaan lain adalah mengenai konstelasi bintang. Secara garis besar para siswa lebih tertarik dengan gambar yang ditampilkan dibanding materi yang disampaikan karena mereka cukup memotretnya walaupun ada 2 atau 3 siswa yang aktif bertanya.

Kunjungan ini dihadiri oleh 14 orang siswa dan 1 guru pembimbing, pada sesi selanjutnya para siswa melihat media center SPICA yang adadi Pusat Sains Antariksa yang menampilkan Layanan informasi Cuaca Antariksa ( SWIFtS ) dan Prediksi benda Jatuh Antariksa dan Teleskop diameter 50 cm beserta Dome.

Pada sesi akhir diberikan cinderamata berupa buku-buku hasil penelitian yang dilakukan oleh LAPAN.

Penulis : Iyus E. , Fotografer : Haris F.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL