Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


potensi benda jatuh phobos grunt yg melintas Indonesia
Penulis Berita : mfitry • Fotografer : • 09 Jan 2012 • Dibaca : 1457 x ,

Bandung – Wilayah Indonesia kembali menjadi sasaran jatuhnya sampah antariksa. Berdasarkan hasil penelitian terakhir (9/01) yang dilakukan oleh Tim Pemantau Benda Jatuh Antariksa dari Bidang Matahari dan Antariksa Pussainsa LAPAN harus diwaspadai kemungkinan jatuhnya satelit Phobos-Grunt milik Rusia di wilayah Indonesia. Telah dapat dideteksi Phobos Grunt sejak tanggal 4 Januari 2012 dikarenakan ketinggian saat melewati wilayah Indonesia sudah berada di bawah 200 km. Dengan menggunakan data terbaru dari USSTRATCOM (9 Januari 2012) menunjukkan bahwa ketinggian orbit Phobos Grunt telah berada di bawah 200 km. Perlu diingat bahwa benda dikatakan jatuh jika telah memasuki ketinggian kritis, yaitu 122 km. Ketinggian Phobos Grunt saat ini (9 Januari 2012) berada antara 213 km hingga 178 km. Dari hasil pemantauan dapat diseteksi bahwa Phobos Grunt selalu melewati wilayah udara Indonesia sebanyak 4 kali, yaitu :

1. Sekitar pukul 6:00 WIB melintas dari arah Utara ke Selatan diatas wilayah Indonesia Timur
2. Sekitar pukul 7:00 WIB melintas dari arah Utara ke Selatan diatas wilayah Indonesia Barat
3. Sekitar pukul 17:00 WIB melintas dari arah Selatan ke Utara diatas wilayah Indonesia Timur
4. Sekitar pukul 18:00 WIB melintas dari arah Selatan ke Utara diatas wilayah Indonesia Barat
Phobos-Grunt adalah wahana antariksa Rusia yang diluncurkan pada 8 November 2011 dengan misi penelitian salah satu bulan planet Mars, yaitu Phobos. Akibat kegagalan sistem pendorongnya, wahana tersebut akhirnya tidak dapat lepas dari gaya tarik Bumi dan secara cepat jatuh kembali ke Bumi.
Gambar wahana Phobos-Grunt (credit:solarsystem.nasa.gov)
 
Berdasarkan pemantauan LAPAN hingga 28 Desember 2011 pukul 12:44 WIB, Phobos-Grunt masih berada di orbitnya dengan ketinggian di atas 200 km. Seluruh wilayah di antara 51o lintang utara hingga 51o lintang selatan berpotensi kejatuhan benda ini. Adapun perkiraan lokasi jatuh yang lebih spesifik belum bisa dilakukan saat ini. Hasil prediksi LAPAN dengan menggunakan data terbaru dari USSTRATCOM (28 Desember 2011) menunjukkan bahwa Phobos-Grunt akan mengalami atmospheric re-entry (di ketinggian sekitar 120 km) pada 16 Januari 2012. Akurasi prediksi akan semakin baik seiring semakin dekatnya waktu re-entry (dengan anggapan tidak terjadi badai Matahari yang bisa mempengaruhi orbit benda secara berarti). Yang perlu diwaspadai juga dari satelit berbobot 13 ton ini adalah adanya bahan kimia berbahaya yang merupakan sumber bahan bakarnya, yaitu Unsymmetrical DimethylHidrazine (UDMH) dan Dinitrogen Tetroxide (DTO). Diperkirakan sekitar 200 kg yang terdiri atas 20 – 30 pecahan tidak terbakar habis di atmosfer sehingga dapat selamat sampai ke permukaan Bumi.

(Humassainsa : mfitry dari Sumber : http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/ )








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL