Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Siswa MA AL Karimiyah Depok Aktif Bertanya Tentang Matahari Pada Kunjungannya di Pussainsa
Penulis Berita : • Fotografer : • 18 Oct 2018

Bandung-Pussainsa (17/10/2018). Hari Rabu, 17 Oktober 2018 Pussainsa LAPAN Bandung tidak seperti biasanya dibanjiri pertanyaan seputar matahari. Tidak kurang dari sembilan pertanyaan muncul saat siswa MA Al Karimiyah Depok mengunjungi Pussainsa. Sebetulnya hal tersebut terjadi karena pembawa materi tentang matahari secara aktif memberi pertanyaan kepada siswa jika tidak ada pertanyaan.

Acaranya sendiri diawali sambutan dari perwakilan MA Al Karimiyah Depok yang diwakili  oleh Bapak Al Fatih yang membawa 115 siswa dan 15 guru. Beliau berterimakasih dapat menjalin silaturahmi dan mohon maaf bila ada yang tidak berkenan pada kunjungannya. Selanjutnya dikatakan MA Al Karimiyah membutuhkan ilmu dari LAPAN dan semoga bemanfaat bagi siswa serta menemukan jawaban yang menjadi pertanyaan-pertanyaan dari siswa selama ini.

Sambutan dari LAPAN diwakili oleh Kepala Bidang Diseminasi Pussainsa, Dr. Emanuel Sungging M yang menyatakan selamat datang di LAPAN dan apresiasi terhadap siswa yang berani dan jujur menghadapi kesalahan menyebutkan kepanjangan LAPAN. Beliau memaparkan 4 kompetensi LAPAN di bidang sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa yang tercermin dalam logo LAPAN.

Setelah pertukaran cinderamata, acara dilanjutkan penyampaian materi tentang cuaca antariksa di mana salah satunya adalah tentang Cuaca Antariksa dan Matahari oleh Mira Juangsih, M.Si Peneliti dari Pussainsa LAPAN. Kemudian dijelaskan juga tentang hasil litbang dan kegiatan  yang dilakukan Pussainsa LAPAN. “Di Antariksa terdapat cuaca sebagaimana cuaca di Bumi. Kalau cuaca antariksa dikendalikan oleh kondisi di Matahari juga mencakup kondisi di magnetosfer, thermosfer, dan ionosfer. Matahari yang berupa gas merupakan sumber energi materi. Pengamatan aktivitas Matahari dapat dipantau dari Bumi dengan menggunakan teleskop optik dan radio sedangkan dari luar angkasa bisa menggunakan satelit” papar Mira Juangsih.

Mira menerangkan pula medan magnet Bumi, struktur Matahari dan penampakan Matahari dengan berbagai panjang gelombang. Aktivitas Matahari yang bisa kita dapatkan diantaranya: Sunspot, Filament, Flare, CME, Angin Matahari, lubang korona dll. Diselingi pemutaran video mengenai partikel Matahari yang bisa mengganggu siaran TV, komunikasi satelit, penerbangan, juga jaringan listrik, pemabahasan dilanjutkan tentang apa yang dilakukan LAPAN memanfaatkan ketersediaan data untuk memprediksi cuaca antariksa 24 jam ke depan dengan adanya SWIFtS (Space Weather Information and Forecast Services).  

Pada kesempatan ini terjadi aktivitas tanya jawab, yaitu para siswa bertanya atau pemateri yang memberi pertanyaan. Tidak lebih dari 9 pertanyaan dari siswa maupun pemateri yang membuat suasana jadi aktif. Rasdewita Kesumaningrum, M.Si juga sebagai Peneliti turut membantu menjelaskan atau menambahkan jawaban agar para siswa puas dan bersemangat lagi untuk bertanya. Pertanyaan yang muncul diantaranya jenis partikel yang sampai ke Bumi, partikel itu panas/tidak, Matahari lebih panas di luar / di dalam, energi Matahari sampai ke planet, dampak badai Matahari, satelit bertahan sampai kapan jika ada badai Matahari, dan lain sebagainya.

Usai pemaparan, tanya jawab, dan foto bersama, mereka juga diajak untuk melihat teleskop yang ada di lantai 4 untuk melihat fenomena antariksa/ melakukan pengamatan secara langsung.

 

Penulis: Iyus Edi/Christine/Ferdhie

Dokumentasi: Haries F/Jaja




Others


Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL