Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Geomagnet dan Magnet Antariksa

Bumi merupakan suatu magnet yang sangat besar. Konfigurasi dua kutub magnet bumi terdapat disekitar permukaan bumi, dimana kutub magnet bumi tidak sama dengan kutub geografi bumi, tetapi berdekatan. Medan magnet bumi tidak sepenuhnya bulat seperti medan magnet pada umumnya. Hal ini dikarenakan medan magnet bumi terdorong oleh angin matahari yang berhembus dari matahari dan tak pernah berhenti. Angin matahari mendorong medan magnet menuju bumi di sisi siang hari yang berhadapan dengan matahari. Dan disisi malam hari, angin matahari mendorong dan memperlebar daerah medan magnet menjadi ekor magnet (magnetotail) yang panjang.

Magnetosfer adalah suatu lapisan di sekitar bumi yang mengandung medan magnet (medan geomagnet) yang terproyeksi dalam 3 komponen yaitu komponen H, D dan Z. Medan geomagnet dipercaya berasal dari efek dynamo yang disebabkan oleh konveksi cairan logam besi di dalam inti luar bumi bersamaan dengan efek Coriolis yang disebabkan oleh rotasi seluruh benda planeter yang berkembang membentuk arus di sepanjang garis gaya medan geomagnet sumbu utara-selatan. Perilaku variasi medan geomagnet sangat dominan dipengaruhi oleh aktivitas di permukaan matahari seperti CME (Coronal Mass Ejection) dan Flare dalam ikatan medan magnet ruang antar planet (Interplanetary Magnetic Field : IMF) di bagian bumi yang dinamakan Polar Caps. Pada saat terjadi CME atau flare, partikel-partikel bermuatan dan medan magnet terlontar dari permukaan matahari terbawa serta oleh angin surya (Solar wind) mengembara dalam ruang antar planet menuju bumi. Pada saat bertemu terjadi tumbukan antara angin surya dan magnetosfer bumi dinamakan Interplanetary Shock (IPS). Pada saat ini, energi dan momentum dari angin surya dapat masuk ke dalam magnetosfer bumi di daerah Polar Caps. Selanjutnya setelah IPS, badai geomagnet akan terjadi jika medan magnet antar planet (IMF) cenderung berarah ke selatan.

Berikut adalah raw data variasi medan magnet yang diambil dari balai pengamatan Kototabang(KTB), Watukosek(WTK), Pontianak(PTN), Tanjungsari(TJS), Pameungpeuk(PMK), Manado(MND), Pare-Pare(PRP), Kupang(KPG), Biak(BIK), dan Jayapura(JYP).

Kototabang

Kontak kami :
LAPAN
Jl. DR. Djundjunan 133 Bandung 40173 Indonesia
Telp. (022)6012602 Fax.(022)6014998.




© 2014 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL